Artikel Internet Security (X)
| |
Bagaimana teknologi dapat melindungi Anda?
| |
Beberapa tahun belakangan ini, industri teknologi telah tumbuh dan telah mengerti bahwa keamanan merupakan salah satu prioritas tertinggi yang perlu diperhatikan. Perusahaan-perusahaan mulai mengembangkan tool dan teknik untuk membantu Anda meningkatkan perlindungan. Salah satu diantaranya yaitu:
Intrusion Detection System (IDS)
Intrusion Detection System memiliki peran yang penting dalam keamanan dunia internet. Pada dasarnya, IDS merupakan sebuah hardware atau sistem software (atau bahkan gabungan antara keduanya), yang digunakan untuk mendeteksi percobaan hacking. Mereka diprogram untuk mengidentifikasi tipe-tipe serangan pada umumnya dan menghentikan semua serangan tersebut. Sejauh ini, teknologi IDS dapat memberikan kinerja yang efektif dalam menangani masalah keamanan yang timbul.
IDS ada 2 jenis yakni
- Network-based Intrusion Detection System (NIDS): Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada “pintu masuk” jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya untuk memonitor port atau koneksi.
- Host-based Intrusion Detection System (HIDS): Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall,web server, atau server yang terkoneksi ke Internet.
Kebanyakan produk IDS merupakan sistem yang bersifat pasif, mengingat tugasnya hanyalah mendeteksi intrusi yang terjadi dan memberikan peringatan kepada administrator jaringan bahwa mungkin ada serangan atau gangguan terhadap jaringan. Akhir-akhir ini, beberapa vendor juga mengembangkan IDS yang bersifat aktif yang dapat melakukan beberapa tugas untuk melindungi host atau jaringan dari serangan ketika terdeteksi, seperti halnya menutup beberapa port atau memblokir beberapa alamat IP. Produk seperti ini umumnya disebut sebagai Intrusion Prevention System (IPS). Beberapa produk IDS juga menggabungkan kemampuan yang dimiliki oleh HIDS dan NIDS, yang kemudian disebut sebagai sistem hibrid (hybrid intrusion detection system).
Cara kerja IDS dan jenis serangan yang mampu ditangkalnya
Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.
Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.
Beberapa NIDS dan HIDS yang beredar di pasaran antara lain:
- RealSecure dari Internet Security Systems (ISS).
- Cisco Secure Intrusion Detection System dari Cisco Systems (yang mengakuisisi WheelGroup yang memiliki produk NetRanger).
- eTrust Intrusion Detection dari Computer Associates (yang mengakusisi MEMCO yang memiliki SessionWall-3).
- Symantec Client Security dari Symantec
- Computer Misuse Detection System dari ODS Networks
- Kane Security Monitor dari Security Dynamics
- Cybersafe
- Network Associates
- Network Flight Recorder
- Intellitactics
- SecureWorks
- Snort (open source)
- Security Wizards
- Enterasys Networks
- Intrusion.com
- IntruVert
- ISS
- Lancope
- NFR
- OneSecure
- Recourse Technologies
- Vsecure
Bagaimana hukum dapat melindungi Anda?
Selain perlindungan dari aspek teknologi, saat ini Anda juga mendapatkan perlindungan dari aspek hukum. Telah banyak negara bahkan secara internasional mendukung dibentuknya hukum perlindungan pengguna internet. Karena pada beberapa tahun sebelumnya, kejahatan komputer berada pada area abu-abu, yang artinya kejelasan hukum belum kuat untuk menjerat pelaku kejahatan tersebut.
Namun saat ini, hukum telah siap menjerat siapa saja yang bertindak kriminal di dunia maya. Salah satu negara yang memiliki hukum sah atas penyalahgunaan internet adalah Amerika. Namun, saat ini Indonesia pun telah mendukung perlindungan pengguna internet, karena telah memiliki Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE).
![leann Rimes - How Do I Live [Official Music Video] [HQ].mp3](http://img502.imageshack.us/img502/8661/purple.gif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar