E-commerce atau electronic commerce adalah proses jual beli, pertukaran barang, jasa, dan informasi melalui jaringan komputer .
Sejarah
Aplikasi dari e-commerce yang pertama kali dikembangkan
adalah Electronic Funds Transfer (EFT) pada awal tahun 1970. Penggunaan
aplikasi tersebut dibatasi hanya pada perusahaan-perusahaan besar dan
lembaga keuangan. Aplikasi selanjutnya yang berkembang adalah Electronic
Data Interchange (EDI), yaitu sebuah aplikasi transfer dokumen seperti
invoice dan purchase order secara elektronik. Pengguna dari aplikasi EDI lebih banyak dibandingkan EFT, yakni meliputi manufaktur, retailer, dan service provider. Perkembangan e-commerce semakin
meluas sejak tahun 1990-an. Ketika itu, hampir semua perusahaan skala
menengah maupun besar memiliki website untuk menjual produk/jasa
mereka. AOL, eBay, VeriSign, dan Checkpoint adalah contoh-contoh
pengembangan aplikasi e-commerce pure online yang sukses. GE, IBM, Intel, dan Schwab adalah contoh pengembangan aplikasi partial e-commerce yang juga sukses (untuk mengetahui beda pure e-commerce dan partial e-commerce, baca subbab Jenis di bawah). Namun, kesuksesan ini diikuti oleh kegagalan kebanyakkan aplikasi e-commerce pada tahun 1999 walaupun ketika itu Amazon.com juga mulai bertumbuh pesat.
Jenis
Kita mengenal adanya pure e-commerce dan partial e-commerce. Suatu e-commerce dikategorikan pure atau partial
berdasarkan pada tingkat digitasi dari suatu produk yang
diperdagangkan, proses, dan agen pengirimannya. Apabila segala aspek
dalam sistem e-commerce itu digital maka dapat dikategorikan sebagai pure e-commerce. Selain itu, ciri lain dari pure e-commerce adalah organisasi penyelenggara benar-benar organisasi online, menggunakan model bisnis new-economy organization, dan menjual produk atau jasanya hanya secara online. Sedangkan, partial e-commerce dicirikan dengan penggabungan antara aspek digital dan tradisional/fisik, penggunaan model bisnis click-and-mortar organization (penggabungan antara offline dan online), serta melakukan kegiatan-kegiatan bisnis utamanya di dunia nyata.
Selain itu, klasifikasi e-commerce berdasarkan kecenderungan
bertransaksi yakni Business to Business (B2B), Business to Consumer
(B2C), Business to Business to Consumer (B2B2C). Penggiat dari B2B
adalah antar perusahaan. Sedangkan, pada B2C, suatu perusahaan menjual
produk/jasa mereka kepada pembeli individual. Contoh dari B2C adalah
penjualan mobil bermerek ABC kepada konsumennya. B2B2C adalah gabungan
dari keduanya, di mana terdapat perusahaan yang menyediakan produk/jasa
mereka kepada klien/agen dan di lain sisi klien/agen tersebut juga
mempunyai customer tempat mereka menjual produk/jasa tersebut.
Hal yang menarik dari B2B dan B2C adalah bahwa B2B ternyata memiliki prospek yang lebih menguntungkan dilihat dari peta e-commerce dunia.
Data Forrester Research Inc. menunjukan transaksi B2B di tahun 1998
US$43 milyard dengan tingkat pertumbuhan 99% yang mencapai US$1.3
trilyun di tahun 2003. Sedangkan B2C bisa dilihat dari pembelanjaan
iklan di Internet yang hanya US$ 2.8 Milyard di tahun 1998 dan meningkat
ke US$ 22 Milyard di tahun 2004. Statistik Forrester Research Inc. Ini
menunjukan kesimpulan yang sederhana yaitu bahwa B2B akan jauh lebih
menguntungkan dibandingkan B2C [2].
Selain B2B, B2C, dan B2B2C, klasifikasi e-commerce berdasarkan
kecenderungan bertransaksi lainnya adalah Consumer to Business (C2B)
dan Consumer to Consumer (C2C). C2B terjadi ketika seorang individu
menjual produk/jasa mereka melalui internet kepada sebuah perusahaan.
Sedangkan, C2C adalah ketika seorang individu melakukan penjualan
produk/jasa langsung kepada individu lainnya. Menurut saya, C2C adalah
model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti multiply).
Selain itu, ada pula yang namanya Business to Employee (B2E) dan
Government to Citizens (G2C/E-Government). Pada B2E, suatu perusahaan
yang menyediakan informasi mengenai suatu produk/jasa yang dijual kepada
karyawannya. Sedangkan pada G2C, pemerintahlah yang menyediakan
informasi, produk/jasa kepada masyarakatnya atau kepada
perusahaan-perusahaan yang ada dalam pemerintahan negara tersebut.
Sebenarnya, masih banyak lagi klasifikasi e-commerce berdasarkan kecenderungan bertransaksi, antara lain Mobile Commerce (m-commerce), Location Commerce (l-commerce), Collaborative Commerce (c-commerce), dan Exchange to Exchange (E2E).